Selasa, 18 September 2007

Tentang Cori Hari Ini

Selasa, 18/9 – Hari Keenam puasa, tak terasa, setiap hari bangun sahur. Ibu dan ayah menyambut dan mengajak sahur. Jam 03.30 WIB, waktu yang ideal untuk mengisi perut, menyimpan cadangan makanan, sebelum berpuasa (menahan haus dan lapar) selama 13 jam lamanya.

Aku pun tak ketinggalan. Bangun tidur, walau mata masih ngantuk dan perih ketika dibuka, tapi waktu sahur telah tiba.

Wah, ayah ternyata baru pulang kerja! Iya keasyikan kerja, sampai-sampai pulangnya pun sangat larut. Tapi ibu bilang, ayah keasyikan ngisi blog-nya... “sama dunk,” Cori juga gitu nih ayah.

Setelah sahur, kami tidur sebentar. Jam 06.30 WIB, aku bangun, ternyata ibu juga sudah bangun. Ayah masih mendengkur... krock...krock...krock... (apa gitu ya bunyinya?) Maklumlah, aku baru 7 bulan, masih belajar mengenal bunyi-bunyian. Aku baru tahu namaku, Cori, karena hampir setiap hari selalu disapa begitu. “Cooooriii...Cooooriii...” begitu biasa ibu memanggilku. Atau, “Coriii...Coriii..., yach, mirip-mirip gitu lah.

Eit...tau-tau ibu mengambil kamera dari ranselnya. Wah... ternyata aku akan dipotret. Sudah lama sekali aku tidak dipotret. Seingatku, pernah dipotret dua kali, saat sehari lahir dan saat usiaku tiga bulan. Sekarang aku sudah tujuh bulan. Beratku pun bertambah.

Tentu, penampilanku sudah berubah. Tapi, apakah “peang” ku masih ada? Mudah-mudahan sudah tak tampak. Oya, rambut ku masih sangat tipis. Aku malu juga nih dipotret, karena penampilanku belum begitu cantik.

Ibu mengabadikanku dengan berbagai macam gaya yang aku perlihatkan. Ibu juga meletakkan selendang yang biasanya jadi kain gendongan nenek ke kepala ku. Jadi mirip petani di sawah yang selalu melindungi kulit dan wajahnya dari terik matahari.

Selesai jepret sana sini. Aku pun mandi. Inilah kegiatan yang paling aku senangi. Mandi di baskom besar, dengan sedikit air hangat. Oya, setiap pagi secara bergantian, ayi, nenek, dan ibu memasakkan air mandiku. Di sebagian besar keluarga kami, memang terbiasa mandi pagi dengan air hangat. Selain aku, ibu dan ayi juga mandi air hangat. Kalau ayah, kadang-kadang saja. Kalau badannya sedang meriang kena AC.

Kalau sedang mandi, aku sekarang suka lompat-lompat di baskom. Nenek kelelahan memegangiku. Ibu sibuk menggosokkan badanku dengan sabun mandi cair. Hemmm haruuum baunya.

Selesai mandi dan berpakaian. Ibu kembali mengambil kamera. Ibu memotretku dengan berbagai macam gaya lagi. Nah, ayah pun ikut serta. Ayah baru bangun, padahal hari sudah terang benderang. Sudah pukul 08.15 WIB. Ayah memotret aku dan ibu. Maka jadilah foto yang ada di blog-ku ini.

Ooo... ibu dan ayah sedang siap-siap untuk ke kantor. Aku dan nenek mengantar mereka pergi. Lambaian tangan ku yang masih kaku, melepas kepergian ibu dan ayah. Dari jam 09.30 WIB – 19.00 WIB, aku hanya di rumah saja bersama nenek dan ayi. Sepi dunk.....

Tidak ada komentar: